(2018/Budug Asu, Lawang) - Dari awal hingga akhir diary ini, bisa dibilang aku yang saat itu udah mengira bakal pulang dengan lancar dan aman ternyata eh ternyata gak sesuai dengan Ekspektasi.

Bukan tanpa sebab, setelah bertubi -tubi mendapatkan kemalangan di perjalanan menuju ke Spot utama, ternyata saat ingin pulangpun aku mendapatkan hal sial lainnya yaitu Tersesat di Jalur yang berbeda disaat aku melakukan perjalanan ke Bukit Budug Asu.

Diawali dengan hari yang udah mulai petang, aku dan Lek'ku itu memutuskan untuk turun bersamaan dengan Ukhti - Ukhti yang ku ketaui mereka jauh - jauh dari Surabaya untuk menikmati Pemandangan panorama Budug Asu yang dikiranya bakal seindah Post - Post di Instagram.

Datang dengan harapan besar ternyata setelah sesampainya ditempat tujuan gak sesuai dengan Ekspektasi gara -gara Hujan dan Kabut sialan itu. Tapi itulah Alam kita tak pernah tau kapan Alam akan berbaik hati kepada kita dengan menunjukkan keindahan mereka dan kapan mereka akan menguji kesabaran kita, disaat apa yang kita harapkan gak sesuai dengan apa yang terjadi.

Tapi yang terjadi biarlah terjadi, karena yang terpenting dari sebuah perjalanan bukan soal keindahan atau Ekspektasi tapi sebuah pelajaran yang bisa kita petik dari sebuah pengalaman yang terjadi.

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, mungkin hanya pribahasa ini yang bisa menjelaskan kondisiku pada saat itu. Ditengah perjalanan menuju tempat dimana kami sebelumnya memarkirkan kendaraan.

Ditengah perjalanan disaat fisik sudah tak lagi bisa di Negosiasi, dengan bodohnya aku melangkahkan kakiku ke sebuah jalur yang yang berbeda dari jalur pertamaku saat melakukan pendakian ke Bukit Budug Asu.

Namun ditengah itu aku masih bersyukur, meski sudah sekitar 1 Km aku berjalan menapaki jalur yang menyesatkan akhirnya aku sadar bahwa ini bukan jalur yang benar dan akhirnya aku balik lagi ke Jalur sebelumnya dan dari situlah aku menemukan jalan yang benar yang bisa menuntunku ke Tempat dimana aku memarkirkan kendaraanku disana.

Dan setelah berjam - jam aku menapaki jalan itu, akhirnya akupun sampai ke tempat parkir dengan Perasaan Kesal, Capek, Nyesel semua campur aduk menjadi satu.

Dari situ aku berfikir gak bakal lagi dehhh mau Naik - naik ke Bukit atau Gunung lagi. Tapi setelah berfikir untuk sekian kalinya lagi mungkin dari situlah sebenarnya kesenangan yang bisa ku dapatkan karena hal - hal berharga seperti gak bakal datang berkali - kali.

Rasa takut, cemas, kesel yang gak pernah kudapatkan dari Zona nyamanku di saat ku berada di Rumah. Ternyata bisa kudapetin dari perjalanan ini.

Dan setelah ku pikir - pikir, ada satu hal lagi yang pingin ku laluin untuk menambah wawasan dan pengalamanku yaitu Menikmati Pulau Jawa dari Puncak Tertingginya yaitu Mahameru.

Doa,in yah guys semoga bisa kesampaian Muncak ke Gunung Mahameru dan bisa melihat keindahan Ranu Kumbolo yang konon katanya Panoramanya Indah lebih indah dari Dia yang gak pernah bisa dilupakan.

Diary ini adalah sebuah curhatan dan pengalaman yang ku bagikan dengan tujuan bisa sharing perjalananku dan pelajaran - pelajaran yang bisa kudapetin dari sebuah Perjalanan.

Nantikan juga Diary selanjutnya yang bakalan lebih seru, menantang yang bakal membuat kalian penasaran pastinya hanya di Javasiana.

Post a Comment

Follow by Email